27 Maret 2017

Tuhan, aku berdoa padamu, lindungi dia disaat tak bersamaku. aku yang memilihnya untuk kembali, aku yang menginginkannya untuk kembali, jadi biarkan hati ini menerima kenyataan sekali lagi. aku sayang padanya, entah berapa kali aku pergi menjauh, hanya dia yang kutemukan di ujung jalan, hanya dia yang tetap berusaha menungguku walau mengerti pahitnya menunggu sesuatu yang menyesakkan hati.

Tuhan, jikalau aku tahu, memang umurku tak akan panjang, jadi biarkanlah aku bersamanya walau hanya untuk sesaat. cinta ini membutuhkan pengorbanan dan perasaannya kembali. jika memang dia yang Kau yakinkan untuk bersamaku, biarkan dia tetap bersamaku hingga aku bisa tertidur lelap untuk selamanya dalam pangkuannya. Continue reading 27 Maret 2017

Regret

Kadang matahari tidak pernah bisa bertemu dengan rembulan, sama hal nya dengan senja yang selalu merindukan fajar. Titik gelap selalu menginginkan cahaya saat keredupan dan abu-abu muncul diantaranya. Kenapa harus ada hitam ketika putih lebih menyenangkan? Kenapa harus ada kamu saat sendiri lebih baik?

Bangun dipagi hari terkadang membuatku bersedih, kenapa harus ada hari esok ketika hari ini begitu menyenangkan. Saat bersamamu, waktu berjalan begitu cepat, seolah hanya kau mengendalikan keadaan dan waktu setempat. Kenapa aku harus merindukanmu disaat aku harus bersedih? Kenapa matahari tidak pernah datang bersamamu? Apakah langit kelabu begitu mencintaimu sehingga hujan turun lebih lebat dari panasnya terik matahari? Continue reading Regret

Dinda [Part 2]

Sosok yang dirindukan kini sangat dirindukan, apa yang membuat hati begitu gelisah hanya karena pertama kali betemu dengannya. Apa aku jatuh cinta? Apakah semua dari pertanyaanku telah terjawab? Pernahkah semua yang manusia inginkan selalu diberikan? Selalu ada usaha yang harus dikerjakan ketika menginginkan sesuatu.

“Bu, iini hari rabu kan ya? Tumben ibu ga minta anterin ke tempat pengajian? Biasanya kalo aku pulang biasa jadi supir ibu, kemana-mana minta anterin, ke pasar, arisan, pengajian, mana lagi, rumah temen ibu, banyak dah”’

“Minggu ini gak ada pengajian kata bu maesaroh, katanya dia sakit, baru pulang sih dari rumah sakit, kemarenan dirawat gara-gara dbd. Aneh ya, udah tua masih aja kena dbd, tapi penyakit ga ada yang tahu sih, tapi kamu tumben bener nanyain ibu ada pengajian apa engga, ada apa nih?”, Continue reading Dinda [Part 2]

True L[o]ve

Kadang kita lupa rasanya menjadi diri sendiri, saat sebuah tuntutan mengharuskan kita menjadi orang lain. Kadang manusia juga terlalu nyaman menjadi sosok yang berbeda hingga dia melupakan siapa dia sebenarnya. Sulitkah menjadi diri sendiri saat semua tuntutan itu menghampirimu dan haruskah kau tetap menjadi sosok yang lain saat kejujuran dan keadilan adalah hal yang harus di utamakan.

Manusia tidak perah berhenti membicarakan cinta. Rasa itu selalu datang dengan semua hal yang menyertainya, tawa, tangis, bahagia, kecewa,terluka, hingga saatnya kau harus mengerti apa artinya merelakan. Salahkah bila mencintai tanpa harus merasakan hal yang menyertainya. Kita adalah waktu dan tempat, dimana semua hal tiap saat dan kapanpun bisa terjadi. Continue reading True L[o]ve

Apologize

Lembayung senja mengajak untuk bercerita. Saat hati tidak tahu siapa pemilik sesungguhnya. Salahkah bila aku masih menyayanginya dan memikirkannya saat aku sudah bersamamu? Logika tidak mengantarkan kepada jawaban. Hanya lelah yang ditelusuri saat semua pertanyaan perlahan menghampiri.

“Sudah aku duga kamu disini, kenapa lagi? Kalo kamu kesini, pasti ada yang lagi dirasa atau dipikirin, mau cerita? Aku siap ko dengerin apapun yang kamu bilang”, seorang perempuan paruh baya yang tak asing datang menyapaku dengan lembutnya, berusaha mencairkan apa yang sedang aku rasakan.

Continue reading Apologize

A Little Word

Sore hari terasa begitu lama, saat lembayung senja perlahan menyinari dan saatnya matahari untuk istirahat. Malam datang sengan segala keinginannya untuk menyelimuti kegelapan, disaat ada gelap dan disaat itu juga selalu ada cahaya yang berusaha untuk menyinari.

Lama sudah aku tidak ke taman tempat biasa aku merenung, mungkin karena terlalu asik dengan kehidupan yang aku jalani saat itu. Mengenal seseorang, walau hanya sebentar aku jatuh cinta dengannya, menjalani hubungan dengannya kemudian bahagia. Itulah hal yang semua orang inginkan, namun kisahku berakhir dengan tragis, dia berpaling dengan yang lain ketika aku telah melakukan banyak hal untuknya. “terkadang yang selalu ada akan dikalahkan dengan orang yang bisa membuat nyaman”, hal itulah yang selalu aku benci dari manusia. Continue reading A Little Word

Vano

Aku pernah berlari kemudian berhenti. Aku pernah menangis kemudian terdiam. Aku pernah marah kemudian tersenyum. Aku pernah merasakan semua itu. Hanya aku? aku rasa tidak.

Terlalu banyak tertawa, bersedih kemudian tersentak sakit itu yang aku rasa saat ini. Kali ini aku berusaha untuk menghilang, pengecut? aku rasa tidak, aku hanya berusaha agar tidak terlihat, seseorang pernah berkata padaku, jika kau menginginkan sesuatu, kejar itu sebagaimanapun susahnya karena tidak ada kata terlambat untuk mencoba.

Continue reading Vano

Life with Pain

Dadaku mulai terasa nyeri, sakit itu datang lagi, sesuatu yang tak seharusnya datang kini menghampiri dan semakin dekat. Detak jantungku mulai melemah, semakin hari semakin berkurang. Aku tahu saat itu akan tiba, saat dimana tak dapat lagi bisa melihat langit yang sama dan tak bisa menggenggam tangan yang sama. Kali ini bukan kau yang akan pergi, tapi aku.

Purnama datang bersama dengan sepucuk surat. Bertuliskannya resep obat yang harus aku bayar agar jantungku tetap bisa berdetak, nafasku bisa terus berhembus. Pada awalnya memang aku tak pernah menginginkan konsumsi obat yang berlebihan, karena pada akhirnya aku harus bergantung dengan hal kimia yang dapat membuatku tetap bertahan hidup. Continue reading Life with Pain

Windi Dan Lolipop

Tidak ada hasil yang didapatkan tanpa rasa sakit, semua butuh proses seperti mengelamu semua butuh caranya sendiri, kau mengenalku dengan sangat membenciku dan sekarang kau merindukanku dengan sangat mencintaiku. Hidup itu mudah, mengenal, mengetahui, memahami, mempelajari, mengerti, dan melakukan apa yang seharusnya dikerjakan.

Kata yang pertama kau ucapkan masih ku ingat, kira-kira delapan tahun yang lalu. Cukup terkejut karena aku masih memiliki memori yang cukup panjang? Aku juga tidak mengetahuinya, ku kira hanya ingatan yang penting tetap berada dalam ingatan ini dan sesuatu yang seharusnya dilupakan menghilang seperti angin yang berhembus dikala jeda sore datang.

Continue reading Windi Dan Lolipop

People Come And Go

“Orang datang dan pergi sesukanya, hanya ingin mengenal bukan untuk menemani, hanya ingin mengetahui bukan untuk memahami, hanya ingin merasakan bukan ingin bertahan”, semudah itu untuk yakin tentang apa yang kira tahu.

Aku merasakan apa yang tidak semua orang rasakan, yaitu rindu. Hal mudah tetapi membuat semua hal menjadi menyakitkan, “kalau kangen obatnya apa?” , ”ketemu lah, apalagi?” , ”kalau ada jarak?” , ”jangan pernah jadikan jarak sebagai alasan untuk membunuh rasa rindu itu” , ”bagaimana kalau jarak itu adalah orang lain” , ”aku rasa pilihanmu mudah, perjuangkan apa yang seharusnya kau perjuangkan, berusaha menggapai apa yang kau inginkan dan kejar apapun yang seharusnya kau mau, jika dia tidak ingin itu semua, lebih baik mundur, jikalau hanya kau yang berusaha, sama seperti kau menginginkan langit malam bertemu dengan pagi disaat yang bersamaan”.’

Continue reading People Come And Go

%d bloggers like this: