Maafkan aku atas ketidaksempurnaanku

Maafkan aku atas ketidak sempurnaanku, hanya berusaha agar kamu tahu bahwa siapa aku sebenarnya. Bagaimana sikap dan sifatku hanya tidak ingin kamu kecewa dengan pilihanmu ini. Sayang, aku hanya berusaha untuk menjadi yang kamu inginkan denga caraku, bagaimana aku menyikapi sikap dan sifatmu yang selama ini aku tahu. Aku tidak ingin kamu menjadi acuh atau apapun itu, perlahan aku berusaha mengubah semua sifat dan sifatku. Meninggalkan masa lalu dan berusaha menjadi lebih baik, dan tanpa sadar aku perlahan berubah menjadi orang lain. Menjadi orang yang menyebalkan dan seringkali membuatmu kesal, namun yang aku tahu hanya itu caraku agar aku tahu bagimana selayaknya menyikapimu. Sayang, tahukah kamu apa yang aku dapati dalam perjalananku di masa depan? Aku berharap semua itu tidak berubah dan aku berusaha agar itu semua tetap terjadi. Continue reading Maafkan aku atas ketidaksempurnaanku

Advertisements

Curhatan hati sang Senja

Tuhan, apa kabarnya dia disana? Sudah baikkah semuanya?  

Aku masih menata hati dan berusaha menyiapkan diri disaat semuanya berjalan meninggalkan. Setiap pertemuan memang ada perpisahan, namun kenapa semua itu hanya aku yang selalu merasakan? Yang aku tahu inilah karmaku. Sejenak aku menundukan kepala, mengoreksi kembali apa yang salah denganku, berharap semuanya akan baik-baik saja.  Continue reading Curhatan hati sang Senja

Mencari?

Emosi membalikkan semuanya, perlahan hilang dan mulai terabaikan. Rasa yang dulu begitu teramat akhirnya mengantarkanku pada pilihan antara bertahan atau meninggalkan. Meragu itu pasti, namun yang dipertanyakan hanya hati yang selalu rapuh.

Aku lelah dan mungkin inilah yang aku dapatkan dari apa yang aku lakukan. Hati menyuruhku untuk terus bergerak namun ragaku tidak mampu untuk bergerak walau sebentar saja. Terlalu banyak yang aku rasakan saat aku mencoba mencapaimu.

Continue reading Mencari?

Permission

Dingin, sepi, biru dan perlahan semuanya menjadi hitam. Semuanya yang bergerak dengan perlahan berhenti. Semua yang datang kemudian perlahan meninggalkan. Apa alasan dibalik kata kita? Adakah semua yang terjadi benar –benar kita. Meragu itu pasti namun jika merindu, siapa yang seharusnya disalahkan? Waktu dan jarak selalu menjadi tersangka dalam sebuah hubungan dengan batas. Dan pada akhirnya semua kembali ke pilihan masing-masing. Continue reading Permission

Luka Lama

Karena pada awalnya rasa tercipta seperti itu dan akan terus seperti itu, awalnya mencari kemudian menemukan dan pada akhirnya memiliki. Namun bagaimana jika diubah dengan akhir yang berbeda? Mencari, menemukan, mengenal, kemudian sakit hati dan meninggalkan. Sesakit itukah? Memang sesakit itu, bahkan masa untuk melupakan lebih lama dari saat aku mencari dan menemukan kemudian mengenal, untuk melupakan, semua rasa harus dikorbankan dan pada akhirnya harus ada hati yang terluka dan air mata yang terjatuh, karena semuanya akan kembali seperti semula. Continue reading Luka Lama

Riana Agustina

Kata tidak pernah berenti untuk mengungkapkan bagaimana dia akan diartikan dalam sebuah pernyataan, dan kata tidak pernah berhenti untuk menunjukan rasa, emosi atau apapun yang akan terlontar dari ucapan yang akan diberitahukan. Hidup perlahan pudar dan perlahan semua menjadi menghilang dan pergi. Hanya berusaha menemukan seseorang yang tepat untuk berbagi secercah kehidupan, bahkan pahit manis didalamnya. Tidak perlu menemukan spesial, yang terkadang menjadi bertolak belakang namun dapat menerima juga lebih baik.

Aku pernah menemukan seseorang yang menurutku tepat untuk berbagi kehidupanku namun yang aku dapati hanya penghianatan dengan menceritakanku dibelakang sana, bahkan mereka rela untuk menghujat karena hanya tahu apa yang mereka dapatkan dari yang dia ceritakan. Dan aku tidak pernah berhenti untuk mencari karena pada akhirnya aku menemukan orang yang dapat mengerti aku lebih dari apapun. Bukan keluarga, saudara, orang tua. Aku hanya menemukan orang yang benar mengerti aku pada akhirnya.

Banyak yang berpikir bahwa aku hanya seorang yang terlihat hina, gila, bahkan beberapa orang beranggapan bahwa aku hanya menjatuhkan harga diriku hanya untuk mendapatkan perhatian lebih namun dia berkata bahwa mereka hanya tidak mengerti apa yang aku rasakan dan coba ungkapkan. Perlahan aku hanya berusaha mempelajari apa yang seharusnya aku lakukan agar semua orang dapat menerimaku dengan apa yang mereka inginkan namun yang dia katakan hanya “kamu berubah, tidak perlu menjadi orang lain hanya karena kamu ingin diterima, cukup menjadi diri sendiri dengan apa adanya dirimu, biarkan mereka menerimamu apa adanya, bukan ada apanya. Jika tidak diterima oleh mereka, biarlah. Mereka hanya tidak tahu betapa spesialnya dirimu”.

Aku tidak pernah berusaha untuk mengubah diriku dan kembali menjadi seperti dahulu sampai pada akhirnya aku menemukan dia. Seorang teman yang menurutku dapat berbagi tentang pahit dan manisnya hidup, bahkan dia selalu ada disaat senang dan susah, begitu pula sebaliknya. Perlahan mereka meninggalkanku hanya karena aku berubah menjadi orang yang tidak seperti mereka inginkan, namun inilah aku dengan apa adanya diriku.

Dahulu kala, aku hanya menceritakan bagaimana kehidupanku dan bagaimana kehidupannya disana. Jarak memisahkan kami, mulai dari profesi hingga latar belakang. Dan pada akhirnya aku harus mencintai kehidupan bebas diluar sana dan lupa dengan fananya kehidupan yang sementara ini, perlahan dia mulai memperingatkanku dan pada akhirnya dia selalu menasihatiku.

“Maaf, aku hanyalah seorang manusia biasa yang menjadi temanmu saja, aku memanglah tidak spesial, pengalaman kehidupanku tidak seperti dirimu, luas dan bahkan bebas, namun aku disini hanya berusaha mengingatkan dan berusaha memberi tahu jika kamu sudah memasuki apa yang tidak seharusnya kamu masuki. Aku mengenalmu sebagai seorang yang biasa saja sampai pada suatu saat kau bercerita tentang bagaimana kehidupanmu disana. Pada awalnya aku hanya terkejut karena orang yang aku kenal sudah berubah, namun disatu sisi aku merasa menyesal karena telah gagal sebagai seorang teman yang selalu ada, yang mengingatkan dan memberitahu jika kamu mulai berjalan di arah yang salah. Namun semuanya sudah terjadi, tidak ada yang perlu disesali, yang ada hanyalah berusaha untuk berubah, perlahan meninggalkan dan menjadi seseorang yang lebih baik. Aku tidak dapat mengatur kehidupanmu, karena kamu dapat berusaha mengubahnya kembali, aku hanya akan berusaha menemanimu disini, sampai pada akhirnya teman terbaikku menemukan orang yang dapat membimbingnya manjadi lebih baik”.

Dan pada akhirnya aku hanya bisa berterima kasih atas apa yang telah terjadi, kehidupan mengajariku berbagai macam cerita, proses, pendewasaan, dan bahkan mengajariku apa yang dinamakan teman. Tidak perlu banyak, satu pun tidak menjadi masalah, hanya untuk mengetahuimu luar dalam, dapat menerimamu apa adanya, dapat mengingatkanmu ketika salah dan dapat menemanimu ketika susah dan senang. Terima kasih teman, terima kasih Riana.

Aprilku Bercerita

Di kesendirian ini aku berjalan dengan tenang, berharap matahari tidak akan bersinar dengan indahnya. Aku hanya menginginkan kegelapan diantara kemilau cahaya yang bersinar di malam hari. Begitu banyak suara hingga tidak dapat membedakan mana yang berasal dari hati dan hanya lewat omongan belaka. Pada awalnya hanya ingin sendiri dan akan terus sendiri tanpa adanya gangguan dari siapapun. Continue reading Aprilku Bercerita

Perlahan Berubah

Ada rasa yang berubah saat aku lihat tatap matanya, semula hanya berfokus padaku dan kini aku menyadari yang dia lihat bukanlah aku lagi. Aku hanya berusaha menjaga sampai pada akhirnya datang waktu dimana dia bisa menjemputmu. Pada awalnya aku memang mengetahui bahwa bukan aku yang memang ditakdirkan bersamamu, namun aku terlambat untuk berpaling saat hatiku yang pertama kali menyapamu dalam keheningan. Continue reading Perlahan Berubah

%d bloggers like this: