Luka Lama

Karena pada awalnya rasa tercipta seperti itu dan akan terus seperti itu, awalnya mencari kemudian menemukan dan pada akhirnya memiliki. Namun bagaimana jika diubah dengan akhir yang berbeda? Mencari, menemukan, mengenal, kemudian sakit hati dan meninggalkan. Sesakit itukah? Memang sesakit itu, bahkan masa untuk melupakan lebih lama dari saat aku mencari dan menemukan kemudian mengenal, untuk melupakan, semua rasa harus dikorbankan dan pada akhirnya harus ada hati yang terluka dan air mata yang terjatuh, karena semuanya akan kembali seperti semula. Continue reading Luka Lama

Advertisements

Riana Agustina

Kata tidak pernah berenti untuk mengungkapkan bagaimana dia akan diartikan dalam sebuah pernyataan, dan kata tidak pernah berhenti untuk menunjukan rasa, emosi atau apapun yang akan terlontar dari ucapan yang akan diberitahukan. Hidup perlahan pudar dan perlahan semua menjadi menghilang dan pergi. Hanya berusaha menemukan seseorang yang tepat untuk berbagi secercah kehidupan, bahkan pahit manis didalamnya. Tidak perlu menemukan spesial, yang terkadang menjadi bertolak belakang namun dapat menerima juga lebih baik.

Aku pernah menemukan seseorang yang menurutku tepat untuk berbagi kehidupanku namun yang aku dapati hanya penghianatan dengan menceritakanku dibelakang sana, bahkan mereka rela untuk menghujat karena hanya tahu apa yang mereka dapatkan dari yang dia ceritakan. Dan aku tidak pernah berhenti untuk mencari karena pada akhirnya aku menemukan orang yang dapat mengerti aku lebih dari apapun. Bukan keluarga, saudara, orang tua. Aku hanya menemukan orang yang benar mengerti aku pada akhirnya.

Banyak yang berpikir bahwa aku hanya seorang yang terlihat hina, gila, bahkan beberapa orang beranggapan bahwa aku hanya menjatuhkan harga diriku hanya untuk mendapatkan perhatian lebih namun dia berkata bahwa mereka hanya tidak mengerti apa yang aku rasakan dan coba ungkapkan. Perlahan aku hanya berusaha mempelajari apa yang seharusnya aku lakukan agar semua orang dapat menerimaku dengan apa yang mereka inginkan namun yang dia katakan hanya “kamu berubah, tidak perlu menjadi orang lain hanya karena kamu ingin diterima, cukup menjadi diri sendiri dengan apa adanya dirimu, biarkan mereka menerimamu apa adanya, bukan ada apanya. Jika tidak diterima oleh mereka, biarlah. Mereka hanya tidak tahu betapa spesialnya dirimu”.

Aku tidak pernah berusaha untuk mengubah diriku dan kembali menjadi seperti dahulu sampai pada akhirnya aku menemukan dia. Seorang teman yang menurutku dapat berbagi tentang pahit dan manisnya hidup, bahkan dia selalu ada disaat senang dan susah, begitu pula sebaliknya. Perlahan mereka meninggalkanku hanya karena aku berubah menjadi orang yang tidak seperti mereka inginkan, namun inilah aku dengan apa adanya diriku.

Dahulu kala, aku hanya menceritakan bagaimana kehidupanku dan bagaimana kehidupannya disana. Jarak memisahkan kami, mulai dari profesi hingga latar belakang. Dan pada akhirnya aku harus mencintai kehidupan bebas diluar sana dan lupa dengan fananya kehidupan yang sementara ini, perlahan dia mulai memperingatkanku dan pada akhirnya dia selalu menasihatiku.

“Maaf, aku hanyalah seorang manusia biasa yang menjadi temanmu saja, aku memanglah tidak spesial, pengalaman kehidupanku tidak seperti dirimu, luas dan bahkan bebas, namun aku disini hanya berusaha mengingatkan dan berusaha memberi tahu jika kamu sudah memasuki apa yang tidak seharusnya kamu masuki. Aku mengenalmu sebagai seorang yang biasa saja sampai pada suatu saat kau bercerita tentang bagaimana kehidupanmu disana. Pada awalnya aku hanya terkejut karena orang yang aku kenal sudah berubah, namun disatu sisi aku merasa menyesal karena telah gagal sebagai seorang teman yang selalu ada, yang mengingatkan dan memberitahu jika kamu mulai berjalan di arah yang salah. Namun semuanya sudah terjadi, tidak ada yang perlu disesali, yang ada hanyalah berusaha untuk berubah, perlahan meninggalkan dan menjadi seseorang yang lebih baik. Aku tidak dapat mengatur kehidupanmu, karena kamu dapat berusaha mengubahnya kembali, aku hanya akan berusaha menemanimu disini, sampai pada akhirnya teman terbaikku menemukan orang yang dapat membimbingnya manjadi lebih baik”.

Dan pada akhirnya aku hanya bisa berterima kasih atas apa yang telah terjadi, kehidupan mengajariku berbagai macam cerita, proses, pendewasaan, dan bahkan mengajariku apa yang dinamakan teman. Tidak perlu banyak, satu pun tidak menjadi masalah, hanya untuk mengetahuimu luar dalam, dapat menerimamu apa adanya, dapat mengingatkanmu ketika salah dan dapat menemanimu ketika susah dan senang. Terima kasih teman, terima kasih Riana.

Aprilku Bercerita

Di kesendirian ini aku berjalan dengan tenang, berharap matahari tidak akan bersinar dengan indahnya. Aku hanya menginginkan kegelapan diantara kemilau cahaya yang bersinar di malam hari. Begitu banyak suara hingga tidak dapat membedakan mana yang berasal dari hati dan hanya lewat omongan belaka. Pada awalnya hanya ingin sendiri dan akan terus sendiri tanpa adanya gangguan dari siapapun. Continue reading Aprilku Bercerita

Perlahan Berubah

Ada rasa yang berubah saat aku lihat tatap matanya, semula hanya berfokus padaku dan kini aku menyadari yang dia lihat bukanlah aku lagi. Aku hanya berusaha menjaga sampai pada akhirnya datang waktu dimana dia bisa menjemputmu. Pada awalnya aku memang mengetahui bahwa bukan aku yang memang ditakdirkan bersamamu, namun aku terlambat untuk berpaling saat hatiku yang pertama kali menyapamu dalam keheningan. Continue reading Perlahan Berubah

Egoiskah Aku?

Hanya takut kehilangan saat jemari ini terlalu erat menggenggam. Pada awalnya aku hanya jatuh cinta pada pandangan pertama, dan kemudian kamu hadir dan berusaha mengganti tempat terburuk dalam hidupku, yaitu hati yang pernah terluka karena kenangan masa lalu bersama orang lain dan kemudian menjadi tempat yang lebih baik saat ini. Continue reading Egoiskah Aku?

Rasa Sakit

Jalan panjang tidak pernah terasa begitu lama untuk ditempuh, tidak pernah menyakitkan, bahkan selalu menyenangkan. Hanya saja, kali ini terasa begitu berbeda, dan yang dirasa adalah sebuah kehilangan dan sebuah penyesalan yang begitu mendalam. Siapakah sosok dibalik berita dan cerita yang akan tergambarkan dalam sebuah rasa sakit?

Tidak pernah ada keinginan meminta untuk tetap bersama, karena dari awal bertemu sudah terbiasa dan berusaha untuk merelakan. Hati tidak pernah berbohong, dia selalu tahu siapa sosok didalam sana. Cinta yang biasanya hanya bisa dikatakan lewat mulut kini tidak bisa terucap lagi, hanya ada air mata menggantikan keterlambatan. Continue reading Rasa Sakit

Aku Pergi

Mentariku terbit lebih awal. Pagiku sudah mendahuluiku dahulu sebelum aku sempat untuk membuka mata. Rasanya begitu banyak yang terjadi hari kemarin, entahlah. Mungkinkah aku hanya terlalu lelah dengan apa yang terjadi sebelumnya.

Pencarianku kembali dimulai. Rumah tempat tinggalku dulu kini sudah tiada lagi. Hilang, bahkan bisa dibilang sudah pergi. Aku tersesat diantara jalan berliku, aku hilang arah dan tidak ada tempat tujuan untuk pulang. Adakah yang mengijinkanku untuk singgah? Setidaknya sampai aku menemukan tempat yang aku sebut rumah.

Continue reading Aku Pergi

Sebuah Jawaban

Apa ada alasan dibalik sebuah pencarian dan inti dari sebuah pertanyaan? Waktu tidak berpikir untuk berhenti walau hanya sebentar saja, dia terus berjalan seiring dengan semua cerita yang mengikutinya. Semuanya telah berlalu dengan cepat sampai akhirnya lupa apa yang dinamakan rasa nyaman. Andai tahu rasanya untuk tidak menghadirkan rasa cinta. Mungkin semuanya tidak belalu seperti ini. Continue reading Sebuah Jawaban

Kenyataan

Gemuruh hujan mulai mengikuti hati, satu persatu hujan mulai turun dengan derasnya, ada air mata yang mengikutinya setiap tetes. Ada hati yang terluka kembali saat mengetahui kenyataan, ada rasa yang kembali kecewa dan kehilangan saat kejujuran mulai membuka sesuatu cerita. Akankah memilih kebohongan dengan menutupinya atau memilih jujur walau itu sangat menyakitkan dan membuat kecewa?

Continue reading Kenyataan

%d bloggers like this: